Tuesday, July 12, 2016

Saya, Olahraga dan AnteBrachii

Saya selalu menyukai olahraga, baik itu menonton maupun turut serta dalam pertandingan. Buat saya menonton atau memainkan olahraga permainan seperti basket dan sepakbola itu menenangkan jiwa dan membuat hati bahagia.

GaleriPos Futsal Team

Mungkin inilah yang dinamakan hobby. Pertama kali saya menonton event olahraga adalah Sea Games 1991 di Filipina. Saya masih teringat ketika pembalap sepeda Indonesia Kalimanto mengalahkan atlet Malaysia dengan sangat ketat. Selepas itu saya mulai terbiasa dengan tontonan Liga Italia di RCTI yang saya tonton setelah menonton sinetron Si Manis Jembatan Ancol. Kehebatan Trio Belanda di AC Milan membawa saya menjadi Milanisti bahkan sampai saat ini.

Tak cukup hanya menonton, demam NBA di awal masa SMP saya membawa saya memainkan basket bersama teman-teman. Hampir tiap hari saya bermain basket, bukan event resmi atau class meeting, saya tidak cukup baik untuk itu. Saya bermain basket tanpa rasa lelah sampai tiba hari sial saya dimana saya mematahkan pergelangan tangan kanan saya. Saya mencoba dribel melewati dua orang lawan saya dan saya berhasil melewati mereka, tapi tidak dengan kaki saya yang rupanya tersangkut atau disangkutkan di kaki teman saya. Saya pun terjerembab kedepan dan tangan kanan saya menahan badan saya yang kurus dan braaakkkk ..... Semua terdiam dan saya bangun dengan pergelangan tangan yang menenggak keatas tanpa bisa dikembalikan.

Singkat kata singkat cerita pemulihan tangan saya memakan waktu 3 bulan. Tangan saya di Gips dengan semen putih membuat saya kesulitan untuk menulis. Untuk mencatat pelajaran dari guru saya membeli kertas karbon di tukang fotokopian dan teman saya membantu mencatatkannya dengan kertas karbon sehingga saya bisa mendapatkan catatan tanpa harus menulis. Ulangan umum saya lewati diruang guru dengan bantuan tetangga saya untuk membantu menuliskan jawaban dari saya. Kejadian ini berhasil menghentikan Saya bermain basket secara permanen.

Antebrachii adalah istilah bagi patah tulang yang saya alami ini. Dimana baik tulang Radius maupun Ulna mengalami patah atau fraktur. Pemulihan Patah tulang yang dialami pada saat masa pertumbuhan/anak-anak memang sangat cepat. Saya tidak banyak mengalami kendala dan rasa sakit selama periode pemulihan, dan ketika pulih pun seluruh fungsi gerak tangan saya kembali normal tanpa perlu fisioterapi.

Waktu berlalu begitu cepat dan saya kini telah menjadi orang dewasa atau tepatnya tua. Tapi waktu tidak dapat mengubah passion saya diolahraga. Habis basket terbitlah futsal. Yup diera 2000-an futsal menjadi olahraga populer yang juga membawa saya keranjingan olahraga ini. Awalnya saya hanya menjadi pemerhati tapi akhirnya saya ikut-ikutan main ketika bertugas sebagai tukang pos di Papua.

Setelah berpindah ke Bandung hobby ini menjadi semakin tersalurkan karena kini saya punya jadwal rutin seminggu sekali bermain futsal. Tidak cuma bermain saya juga mempelajari teknik tendangan dan berlari lewat youtube. Semakin hari saya merasa kemampuan saya semakin bertambah dalam hal futsal haha.
Full team Futsal E-Commerce

Hingga datanglah harinya 13 Januari 2016. Saat yang dinanti-nantikan setelah seharian capek kerja. Hari itu seperti biasa saya adalah jadwal kami tim GaleriPos bermain futsal. Saya memulai pemanasan seperti biasa, berlari mengelilingi lapangan, latihan menendang, mengumpan dan sebagainya. Pertanda sebenarnya sudah datang saat saya pemanasan, ketika saya terjatuh saat menerima umpan bola dari teman. Tapi saya bisa bangkit dan melanjutkan pemanasan.

Permainan dimulai, saat itu saya berada didepan untuk menyerang namun bola beralih kebelakang dan saya berpikir untuk berlari dari depan kebelakang dan menyapu bola yang hendak direbut striker lawan. Sialnya bola bergeser atau memang saya salah perhitungan, membuat bola malah terinjak dan saya tergelincir kebelakang dengan posisi tangan kanan menahan badan saya yang hendak jatuh. Bruuuuuk ..... kejadiannya begitu cepat saya mencoba bangun namum meliha tulang tangan kanan saya keluar dari lengan saya yang kurus. Seketika saya bergumam "Wah patah lagi ...". Teman-teman melanjutkan bermain dan saya tidak bisa bangun dari posisi terjatuh.

Terbaring di UGD Santo Yoseph

Well, akhirnya mereka sadar tangan saya patah dan terima kasih karena kesigapan teman-teman dan semua bantuannya, saya pun dibawa kerumah sakit Santo Yoseph malam itu. Sayapun dironsen dan terlihat hasil yang cukup parah untuk ukuran pemain futsal amatiran.

Hasil Rontgen pasca kejadian

Dari hasil ronsen tertulis antebrachii dan saya pun mulai googling dan inilah yang saya dapat. Fraktur Antebrachii adalah terputusnya kontinuitas tulang radius ulna,  pada orang dewasa fraktur antebrachii biasanya tampak jelas sering berupa fraktur yang disertai dislokasi fragmen tulang. Fraktur antebrachii sering terjadi di bagian distal yang umumnya disebabkan oleh tahanan langsung dari tangan untuk menahan badan sewaktu jatuh dengan posisi tangan hiperekstensi.

Patah tulang antebrachii inilah yang juga dulu terjadi ketika saya SMP, namun kali ini nampak lebih parah karena saya mengalami patah tulang terbuka dan berdarah-darah. ketika SMP saya hanya mengalami patah tulang tertutup dan tidak perlu dipasang pen dan hanya di gips saja. Kali ini saya sadar karena usia yang menua dan tingkat keparahan pasti perlu masa pemulihan yang lebih lama dari 3 bulan.
Setelah Pemasangan Plate

Dikasur Rumah Sakit pikiran saya melayang kejaman SMP saya ketika saya mematahkan tangan saya pertama kali. "Hmmmm .. why always broken?" gumam saya dalam hati. Mungkin ini saatnya buat saya berhenti mengikuti keinginan hati dalam bermain bola, cukup jadi penonton saja dan menjadi pengamat sepakbola mungkin adalah takdir saya haha.

Saya dan Bola seperti dipisahkan oleh Antebrachii, Antebrachii adalah hantu yang memisahkan saya dari kesenangan akan olahraga dengan bola. Saya sudah tua dan punya tanggung jawab terhadap anak-istri saya, mungkin sudah waktunya saya gantung sepatu. Antebrachii adalah orang ketiga yang memisahkan saya dengan bola hiks hiks hiks

Pemulihan setelah 5 bulan

Besok 13 Juli 2016, genap 6 bulan saya melalui kejadian ini. Perlahan kondisi saya membaik setelah menjalani operasi pemasangan plat dikedua tulang lengan saya pada 15 Januari 2016. Rasa sakit sudah mulai hilang, gerakan-gerakan tangan sudah hampir normal. Entah kapan lagi saya bisa bermain bola tapi untuk saat ini saya memutuskan untuk menjadi pengamat sepakbola saja.

Demikian kisah curhatan sedih ini ditulis, untuk dapat dipahami dan dilaksanakan haha. Terimakasih kepada teman-teman, keluarga dan Istri tercinta juga dede Pio yang membantu saya melalui awal tahun yang berat ini. Muchas Graciasss ......

8 komentar:

  1. Brp bln mas pen di lepas?
    Dan kuat angkat berat berapa lama stlh pen di lepas
    Mksh..

    ReplyDelete
  2. Kalo menurut dokter setaun. Cuma ini belum dilepas mas karna saya belum ke dokter lagi

    ReplyDelete
  3. ati2 mas kalo main bola, ngeri liat nya mas.. semoga cepet sembuh ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mas Daftar situs judi bola hehe

      Delete
  4. Kondisi skrg gimana mas?
    Apa sdh normal tangannya u/ aktivitas berat?
    Skrg sy jg dlm masa pemulihan
    8 bulan pasca operasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya baru operasi cabut pen bulan minggu lalu, sudah normal sih 90% kecuali posisi supinasi lengan kurang sempurna karna kata dokter jarang berlatih. Mas agus patah lengan tangan juga?

      Delete
  5. Utk sekarang aktivitas berat gimana mas?
    Apakah gk ada keluhan?
    Saya juga operasi sdh 8 bulan

    ReplyDelete
    Replies
    1. 15 bulan kurang lebih pasang pen setelah hasil rontgen kelihatan sudah nyambung boleh dicabut, tapi kalo tidak menggangu juga tidak apa2 gak dicabut kata dokternya, cuma punya saya agak ganggu karna berat dan mengurangi fleksibilitas sikut saya. Keluhan cuma supinasi dan pronasi lengan kurang sempurna mas

      Delete